Bacaan: Kisah Para Rasul 10 : 1-48
“yaitu tentang Yesus dari Nasaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” (Kis. 10:38)
Kesembuhan adalah salah satu berita berkat yang kita terima dari Allah, melalui Yesus Kristus. Tertulis, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24). Yesus Kristus telah menderita dan rela mati untuk menanggung dosa dan segala penyakit kita. Kesembuhan telah diberikan oleh Yesus di atas Kalvari. Artinya Yesus telah membayar kehidupan kita melalui kematian-Nya, sehingga kita terbebas dari dosa dan juga segala akibatnya.
Saat melayani di bumi, ada banyak cara yang dilakukan Tuhan Yesus untuk menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Salah satunya ketika bertemu dengan seorang perwira Romawi. Yesus melihat iman perwira itu sangat besar, bahkan Ia tidak pernah menjumpai iman sebesar itu diantara orang Israel. Perwira itu berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Matius 8:8). Perkataan perwira ini menunjukkan imannya yang besar kepada Yesus. Perwira ini sangat percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan. Hanya dengan berkata-kata saja, tanpa harus datang ke rumah dan menumpangkan tangan-Nya kepada si sakit, ia sangat yakin bahwa hambanya itu pasti sembuh. Dan ketika Yesus berkata, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya” (Matius 8:13a), maka saat yang sama juga sembuhlah hambanya itu. Hanya dengan mendengar perkataan Yesus, orang sakit disembuhkan.
Selain itu, Yesus juga sering menumpangkan tangan-Nya atau menjamah orang yang sakit dan mereka disembuhkan: seorang yang sakit kusta (Matius 8:3), ibu mertua Petrus (Matius 8:15), seorang buta (Matius 9:29), orang sakit di Nazaret (Markus 6:5) dan lain sebagainya. Tetapi, ada saatnya pula, Yesus harus berbicara langsung kepada penyakit, menghardik dan kemudian memerintahkan ‘roh penyakit’ itu pergi, karena Ia tahu benar bahwa penyakit adalah pekerjaan Iblis dan Yesus datang untuk menghancurkan dan memusnahkan pekerjaan iblis itu (Lukas 4:31-37). Tuhan Yesus memiliki kuasa dan otoritas, tidak ada sakit penyakit yang kuasanya lebih besar dari Yesus. Asal kita percaya Tuhan berkenan menyembuhkan. (MJ)
Renungan: Bagaimana iman anda saat dalam keadaan sakit?
Highlight: Tidak ada sakit penyakit yang kuasanya lebih besar dari Yesus.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.