SUARAAKURAT.ORG

PANDANGAN TENTANG DOSA PERZINAHAN

Bacaan: Amsal 6 : 1-35
“Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.” (Ams. 6:32)
            Saya memiliki teman, tepatnya teman dibangku SMA. Saya tahu bahwa teman saya ini sudah menikah secara kristiani dan sangat mewah pernikahannya. Sampai saat ini dia sudah memiliki beberapa anak. Ditengah perjalanan pernikahannya, teman saya mengaku bahwa telah bercerai dengan suaminya, alasannya suaminya tidak bisa memenuhi keinginannya. Disamping itu saya juga melihat kehidupan teman saya sangatlah mewah, gengsinya yang tinggi itu membuat dia menceraikan suaminya. Suatu ketika kami bertemu dan kami banyak bercerita, dia menceritakan bahwa dia sudah memiliki pasangan dan sering tinggal di rumah pasangannya tanpa terikat dalam sebuah pernikahan. Bahkan dia bercerita sudah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri. Sebagai teman, saya hanya bisa menasehati bahwa apa yang dia lakukan itu salah, baik di mata manusia terlebih dimata Tuhan.
       Dalam kekristenan perzinahan itu bukan hanya terjadi diantara mereka yang berhubungan badan tapi tidak terikat pernikahan saja. Tetapi termasuk hubungan sesama jenis, menginginkan istri atau suami orang, berhubungan intim dengan hewan, masturbasi, menonton pornografi, dan lain-lain. Tidak ada alasan yang dapat membuat perzinahan dimaklumi, bahkan alasan keuangan sekalipun. Dikatakan bahwa “siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri” (Amsal 6:32). Memang benar, siapa melakukan dosa seperyi ini ‘akal budinya’ pasti sudah tumpul. Tidak lagi memiliki perngertian akal sehat dan tidak punya rasa malu.
        Tidak ada namanya perzinahan itu membawa keuntungan apalagi dalam hidup seorang Kristen. Sebab perzinahan sendiri adalah dosa yang mengikat, artinya membuat seseorang sulit terlepas dan ingin melakukannya terus menerus. Perjanjian Baru menyatakan bahwa tubuh kita adalah bait Roh. Tubuh seorang Kristen bukan lagi milik dosa, Iblis, ataupun dirinya sendiri, tetapi milik Allah. Allah menjadikan tubuh orang Kristen sebagai tempat di mana Roh Allah berdiam. Kesucian Allah dalam bait Allah tidak boleh diremehkan. Tubuh orang Kristen seharusnya dipakai untuk memuliakan Allah, karena tubuhnya telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh Allah melalui penebusan yang mahal. (IDL)
Renungan: Dari kacamata anda, bagaimana anda memandang dosa perzinahan?
Highlight: Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Milik Tuhan dan bukan milik kita lagi.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain

KEHILANGAN “RASA”

Bacaan: 2 Korintus 4 : 1-15 “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati.” (2 Kor. 4:1)             Makanan

Read More »

BEBAS DARI LUKA HATI MASA LALU

Bacaan: Yohanes 21 : 15-19 “Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau

Read More »

DICELIKKAN DARI GELAP MATA

Bacaan: 1 Samuel 20 : 24-34 “Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud.”

Read More »

UTUSAN TUHAN

Bacaan: 1 Raja-raja 18 : 1-19 “Jawab Elia kepadanya, “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah

Read More »