SUARAAKURAT.ORG

BEBAS DARI SPIRITUAL FLEXING

Bacaan: Matius 23 : 1-39
“Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;” (Mat. 23:5)
      Flexing berasal dari kata “flex”, yang berarti memamerkan kekuatan. Biasanya, ini mengacu pada tindakan memamerkan kekayaan, pencapaian, atau aspek lain dari kehidupan seseorang untuk mendapatkan pengakuan atau pujian. Singkatnya flexing adalah pamer. Dengan cara pamer itu mereka ingin menaikkan pamor dirinya di mata orang lain. Jika pada awalnya pamer kekayaan dianggap sebagai hal yang tidak umum, kini pamer kekayaan di platform online, seperti Instagram menjadi hal yang wajar-wajar saja untuk dilakukan. Menurut seorang psikolog, flexing atau pamer berkaitan erat dengan kebutuhan yang tinggi akan pengakuan atau eksistensi diri.
      Lalu, bagaimana dengan pamer spiritual? Dalam Alkitab, Tuhan Yesus mengkritik tegas para ahli Taurat dan orang Farisi karena mereka tidak berintegritas. Yesus mencela tindakan mereka sebanyak tujuh kali serta mengatakan mereka munafik. Perilaku mereka bertentangan dengan apa yang mereka ajarkan. Ditambah lagi, kesalehan agama mereka bukanlah lahir dari ketulusan hati, melainkan dari keinginan untuk pamer. Mereka ingin terlihat dipandang saleh oleh masyarakat, baik melalui pencitraan pakaian ataupun aktivitas keagamaan mereka. Tidak salah jika Yesus mengatakan mereka munafik.
       Jangan suka untuk memamerkan tindakan-tindakan sok rohani. Aktivitas keagamaan pada hakikatnya bersifat privat dan personal. Ia semestinya lahir dari kerinduan pribadi untuk menjalin relasi dengan Tuhan. Menampilkan yang baik di depan orang supaya terlihat sebagai orang yang bisa dipercaya, tetapi di belakang belum tentu. Kalau hidup kita hanya digerakkan untuk menampilkan sesuatu yang terkesan baik saja tetapi sesungguhnya tidak seperti itu, hal itu akan menjadi masalah besar dalam kehidupan kita. Janganlah hal itu dilakukan dalam rangka pamer. Sebaliknya, ekspresikanlah imanmu di dalam kesungguhan untuk mengenal Kristus dan kehendak-Nya melalui sikap yang bijak, tutur kata yang baik, dan kesaksian yang membangun. (IDL)
Renungan: Sudahkah anda menjadi Kristen yang original di dalam Tuhan?
Highlight: Ekspresikanlah imanmu di dalam kesungguhan untuk mengenal Kristus dan kehendak-Nya melalui sikap yang bijak, tutur kata yang baik, dan kesaksian yang membangun.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain

KEHILANGAN “RASA”

Bacaan: 2 Korintus 4 : 1-15 “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati.” (2 Kor. 4:1)             Makanan

Read More »

BEBAS DARI LUKA HATI MASA LALU

Bacaan: Yohanes 21 : 15-19 “Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau

Read More »

DICELIKKAN DARI GELAP MATA

Bacaan: 1 Samuel 20 : 24-34 “Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud.”

Read More »

UTUSAN TUHAN

Bacaan: 1 Raja-raja 18 : 1-19 “Jawab Elia kepadanya, “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah

Read More »