SUARAAKURAT.ORG

BEBAS DARI KEPURA-PURAAN

Bacaan: Amsal 13 : 1-7
Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.(Ams. 13:7)
            Seseorang sengaja berpenampilan mentereng agar terkesan bonafide. Mengupayakan segala macam cara supaya terlihat seperti orang kaya, entah itu dengan hasil meminjam barang atau mobil milik orang lain. Bahkan berhutang supaya terlihat kaya. Sangat memperhatikan penampilannya dan ingin terlihat unggul, padahal kehidupan nyatanya berbanding terbalik dengan apa yang orang tersebut tampilkan di hadapan publik. Terkadang kita banyak tertipu dengan hal demikian, ketika kita melihat selintas kita langsung percaya bahwa orang tersebut adalah orang mampu atau dari kalangan atas.
            Penulis kitab Amsal mengatakan bahwa ada orang kaya yang berpura-pura miskin dan ada orang miskin yang berlagak kaya. Berpura-pura miskin dapat menjadi sikap yang kurang terpuji ketika menghindari upaya menolong orang lain. Di sisi lain, orang yang miskin, tetapi berlagak kaya cenderung memaksakan diri, bahkan dapat melakukan apa saja untuk mewujudkan ambisinya. Kedua sikap ini sama buruknya. Penulis kitab Amsal menekankan pada sikap kepura-puraan di antara keduanya. Baik mereka yang memiliki kekayaan maupun tidak, seharusnya hidup apa adanya tanpa berpura-pura. Apalagi demi tujuan tertentu yang hanya pemuasan ambisi.
            Memang benar bahwa hidup yang berpura-pura atau memakai “topeng” sungguh melelahkan. Siapa pun yang melakukannya tidak akan mengalami kegembiraan yang sejati. Banyak rupa kepura-puraan manusia. Orang lain dapat kita kelabui, tetapi Tuhan tidak. Tuhan mengetahui sampai ke lubuk hati kita yang paling dalam. Untuk apa berpura-pura kaya kalau sebenarnya tidak? Untuk apa berpura-pura miskin, padahal kita mampu? Tampilkanlah diri kita apa adanya karena Tuhan menghargai kejujuran. Ketika kita memiliki percaya diri, maka kita akan memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik. Bersikap pura-pura bukan merupakan persyaratan untuk meraih masa depan yang baik. (IDL)
Renungan: Apakah anda pernah melakukan hal demikian? Bagaimana cara anda untuk mengatasi sikap seperti demikian?
Highlight: Bersikap pura-pura bukan merupakan persyaratan untuk meraih masa depan yang baik. 

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain

KEHILANGAN “RASA”

Bacaan: 2 Korintus 4 : 1-15 “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati.” (2 Kor. 4:1)             Makanan

Read More »

BEBAS DARI LUKA HATI MASA LALU

Bacaan: Yohanes 21 : 15-19 “Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau

Read More »

DICELIKKAN DARI GELAP MATA

Bacaan: 1 Samuel 20 : 24-34 “Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud.”

Read More »

UTUSAN TUHAN

Bacaan: 1 Raja-raja 18 : 1-19 “Jawab Elia kepadanya, “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah

Read More »