Bacaan: Ayub 2 : 1-13
“Istrinya berkata kepadanya, “Masihkah engkau bertekun dalam kesalehanmu? Kutukilah Allah dan matilah!” (Ayub 2:9)
Seorang wanita yang tinggal di ibukota, terpaksa pulang kampung bersama dua anaknya. Ayahnya terserang stroke sejak lama. Sementara ibunya baru saja terjatuh hingga sulit berjalan. Kemudian suatu hari, ibunya juga terdiagnosa positif Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit. Wanita tersebut yang setiap hari ikut merawat dan ada di dekat sang ibu, akhirnya juga ikut positif. Malangnya, di saat bersamaan asisten rumah tangga mereka mengalami kecelakaan. Tidak berselang lama, anak pertamanya berperilaku tidak wajar. Tidak pernah tidur, menghabiskan waktu dengan bicara tanpa arah dan marah-marah. Hasil pemeriksaan menunjukkan anaknya mengalami schizophrenia (gangguan kejiwaan yang mempengaruhi kemampuan berpikir, merasakan dan berperilaku dengan baik).
Rangkaian peristiwa yang dialami wanita tadi mengingatkan kita pada kisah Ayub, yang bertubi-tubi menghadapi pergumulan. Jika persoalan hanya datang sekali, mungkin mudah diatasi. Namun, berturut-turut mengalami situasi rumit tentu menguras emosi. Terlebih jika sampai mengalami sakit. Penyakit yang tidak kunjung sembuh melemahkan daya tahan dan membuat segala sesuatu tampak lebih buruk dari kenyataannya. Banyak orang mampu melewati kesulitan hidup dengan baik. Namun, begitu terserang suatu penyakit, mereka menjadi terpuruk. Kemudian berniat mengakhiri hidup dan berani mengutuk Tuhan.
Kesabaran dan ketangguhan seseorang dalam menghadapi pergumulan tentu menjadi kesaksian tersendiri bagi orang-orang sekitar. Bertekun dalam kesalehan di tengah penderitaan dapat menghasilkan kesaksian atas pemeliharaan Tuhan. Sekalipun tidak selalu memberi keuntungan secara lahiriah. Namun, bukankah pertolongan sejati dari Tuhan jauh lebih berharga dan kekal nilainya?
Refleksi Diri: Masih sanggupkah anda bertekun dalam kesalehan kepada Tuhan jika pergumulan datang silih berganti? Ceritakan!
Highlight: Bertekun dalam kesalehan di tengah penderitaan dapat menghasilkan kesaksian atas pemeliharaan Tuhan.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.