Bacaan: Kisah Para Rasul 13 : 1-3; Kisah Para Rasul 15:28 dan 1 Korintus 12 : 7-11
“Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (1 Korintus 12:7)
“Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” (Markus 16:20)
Kenangan yang pasti selalu saya ingat tentang orang tua saya semasa hidupnya adalah, beliau demi kasih sayangnya pada saya, anaknya, kerap memberikan berbagai petunjuk, perintah nasehat dan peringatan untuk maksud kebaikan saya. Tidak pernah lelah mereka memberikan petunjuk dan perintah pada anak-anaknya. Seperti bagaimana cara hidup sehat, menjaga kebersihan, petunjuk bagaimana supaya pintar dan cerdas dengan belajar. Bagaimana kiat-kiat bergaul dengan teman yang baik dan benar. Bagaiamana menunjukkan sopan-santun yang benar, dan masih banyak lagi yang lain.
Sementara keberadaan orang tua yang begitu perhatian, keberadaannya berada diluar diri saya. Nah, sangat berbeda dengan Roh Kudus yang berdiam secara penuh di dalam hidup saya secara pribadi. Dalam kepenuhan Roh Kudus yang permanen, Roh yang berada di dalam diri saya dan saudara, tentunya tidak diam dan pasif sekedar menjadi pengamat. Roh sangat aktif memberi tuntunan, bimbingan, petunjuk dan perintah melebihi bimbingan manusia kepada sesama manusia. Keberadaan Roh dalam hidup orang percaya sangat bertalian dengan kedewasaan rohani seseorang. Selama seseorang berjalan bersama dengan Roh Kudus, Roh pasti akan memberikan petunjuk, perintah, bimbingan dan nasehat pada orang yang memiliki hati untuk berjalan bersama dengan Tuhan. Itu sebabnya, kepenuhan Roh secara permanen menentukan ini kualitas hidup seseorang. Ini disebabkan Roh Kudus aktif memberi pengarahan dan perintah pada gereja-Nya atau orang percaya.
Cara kerja Roh Kudus yang berada di dalam kehidupan orang percaya adalah berbeda-beda. Roh Kudus berdaulat, tidak dapat didikte atau diatur oleh manusia. Satu hal yang pasti, Ia bertugas memberi penyataan kehendak Allah, 1 Korintus 12:7, peringatan maupun rambu-rambu ilahi. Bagi umat Perjanjian Lama, tanda seseorang dipenuhi Roh Kudus dicirikan dalam kebijaksanaan yang terbatas untuk menerima tuntunan Roh Kudus, sehingga mereka bisa menerima pengetahuan luar biasa dibanding manusia pada zamannya. Antara lain bisa menafsir mimpi, mengambil keputusan untuk masalah-masalah ekonomi dan kesenangan, sepeti dilakuka Yusuf dan Daniel. Sementara bagi umat Perjanjin Baru berbeda pula, mereka memiliki injil yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Injil ini yang dirindukan oleh nabi-nabi dan orang benar dalam Perjnjian Lama (Matius 13:17). Tanpa Roh Kudus, Injil hanya menjadi barang yang tidak berkuasa. Dan, hanya Roh Kudus yang bisa membuka rahasia Injil Kerajaan Alah. Injil inilah yang mengubah cara berpikir seseorang, sehingga seseorang mampu sepikiran seperti Allah sendiri. Amin. (MN)
Refleksi Diri: Melalui pengalaman hidup setiap hari yang anda alami, bagaimana Roh Kudus menasehati anda sehingga aanda mencapai kedewasaan iman? Ceritakan!
Highlight: Dan, hanya Roh Kudus yang bisa membuka rahasia Injil Kerajaan Alah. Injil inilah yang mengubah cara berpikir seseorang, sehingga seseorang mampu sepikiran seperti Allah sendiri. Amin.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.