Bacaan: Lukas 15 : 11-32(TB)
“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.” (Lukas 15:24)
Dalam bacaan paragraf Lukas 15:11-32 ini tepat menggambarkan pemulihan hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita dengan Tuhan bukanlah pulih sebagai hasil usaha kita. Dalam kisah anak bungsu di atas, ketika anak bungsu pulang, ayahnya menyambutnya dengan sangat antusias. Bahkan, ia (ayahnya) berinisiatif dengan berlari menyambutnya. Tapi tahukah anda hal yang saya yakini, bahwa dia datang belum membereskan semua kesalahan dan dosa-dosanya pada ayahnya. Saya yakin Belum. Lalu hubungan itu membaik dan bahkan semua jadi pulih seakan-akan tidak terjadi apa-apa diantara mereka karena 2 (dua) hal, yaitu: satu, karena anaknya ingat dan berpaling dan lalu kembali kepada orang tuanya. Dua, karena hati sang ayah baik dan cintanya sempurna hingga menyediakan ruang untuk menerima kembali anak yang kembali pada ayahnya. Itulah “revolusi hubungan”.
Arti revolusi adalah adanya sebuah perubahan besar yang mendasar, sering kali terjadi tiba-tiba baik dalam sistem politik, sosial, ekonomi, atau teknologi. Revolusi juga bisa berarti pergerakan atau perubahan yang radikal dan signifikan dalam suatu bidang atau masyarakat. Contoh: Revolusi Industri, Revolusi Perancis. Maka “revolusi hubungan” bisa berarti perubahan besar atau transformasi dalam cara-cara orang berhubungan, berinteraksi, atau memahami hubungan interpersonal. Seperti kisah ayah dan anak yang hilang. Anak diterima apa adanya semua karena kasih. Ayahnya sangat mengasihi. Tidak ada interogasi soal kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Tidak ada pengajuan syarat-syarat apapun pada anaknya untuk dapat diterima kembali dirumahnya.
Dalam pandangan Joseph Prince, sang penulis buku Revolusi Anugerah bahwa penekanan dalam “revolusi hubungan” dengan Allah lebih berfokus pada anugerah Allah (Grace) yang sangat melimpah dan bagaimana orang percaya dapat mengalami kebebasan, kemenangan, dan hidup yang diberkati melalui pemahaman yang benar tentang anugerah ini. Yesus diutus Bapa ke dunia untuk pemulihan hubungan terhadap orang-orang berdosa. Supaya orang berdosa diampuni dan menerima anugerah, tanpa perlu ditanya-tanya atau interogasi tentang dosa-dosa dan kesalahannya. Tanpa syarat dan perjanjian, asalkan dia percaya, maka pintu anugerah pun terbuka penuh bagi si pendosa dan transformasi terjadi. Amin. (MN)
Refleksi Diri: Bagaimana anda berpendapat tentang anugerah Allah setelah membaca renungan tentang “Revolusi Hubungan”?
Highlight: Melalui pemahaman yang benar tentang anugerah Allah, orang percaya dapat mengalami transformasi dalam cara mereka memandang Allah, diri mereka sendiri, dan bagaimana mereka hidup di dalam hubungan dengan Allah.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.