Bacaan: Matius 1:1-17
“Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” (Matius 1:1)
Banyak tokoh Alkitab yang menjadi pokok penting dalam karya Allah, dan mengandung makna yang mendalam bagi umat Yahudi. Contohnya: Abraham adalah leluhur termasyhur yang menerima Perjanjian Rahmat. Daud, meskipun memiliki catatan negatif, dianggap sebagai raja ideal, dan melalui garis keturunannya akan lahirlah harapan Israel dalam diri Mesias, Sang Pembebas. Ada karya Allah bagi hidup umat Israel yang semuanya terpola dan terarah kepada Kristus dalam rangkaian sejarah keselamatan. Rekam jejak kehidupan seseorang memang penting, namun hal itu bukan alat ukur mutlak yang melahirkan penolakan, penyingkiran, dan pemisahan di antara sesama manusia.
Perikop hari ini menyajikan daftar silsilah Yesus Kristus. Di situ ada empat nama perempuan yang segera menarik perhatian. Pertama, Tamar yang demi menagih janji kepada mertuanya, tidur dengan ayah mertuanya (Kejadian 38:1-30). Kedua, Rahab pelacur yang menyembunyikan dua orang pengintai utusan Yosua di atap rumahnya (Yosua 2). Ketiga, Rut perempuan asli Moab yang mengikuti Naomi, mertuanya, kembali tanah leluhurnya (Rut 1-4). Dan, yang terakhir adalah istri Uria alias Betsyeba, yang dinodai oleh Raja Daud (2 Samuel 11). Dalam pandangan masyarakat umum, keempat perempuan itu bukan termasuk orang yang memiliki latar belakang yang “bersih”. Tetapi, mengapa justru mereka berempat yang tercantum dalam daftar silsilah Yesus Kristus?
Alkitab bersaksi bahwa Allah menerima, merangkul, mengakui, dan melibatkan siapa pun dalam rencana-Nya yang besar, yaitu rencana penebusan melalui Yesus Kristus (ayat 17), tanpa memandang latar belakang mereka. Karya Allah dalam sejarah menggunakan dan mengatasi kelemahan manusia. Manusia selalu memperhitungkan masa lalu sesamanya, namun Allah mengubah orang menurut kasih karunia-Nya! Allah dapat menguntai karya yang indah ketika kita berserah kepada-Nya. Kiranya kita menjadi “rajutan” yang indah dalam ”kain” sejarah yang sedang dipintal oleh-Nya. Di tangan Allah, kita semua berharga, amat berharga!
Refleksi Diri: Apakah anda merasakan rajutan kasih-Nya yang indah, sehingga membentuk anda sebagaimana anda ada sekarang ini?
Highlight: Manusia selalu memperhitungkan masa lalu sesamanya, namun Allah mengubah orang menurut kasih karunia-Nya!
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.