Bacaan: 1 Samuel 15 : 1-35
“Tetapi, kata Samuel, “Apakah Tuhan berkenan pada kurban bakaran dan kurban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan, mengindahkan lebih baik daripada lemak domba jantan.” (1 Samuel 15:22)
Bukti dari mengasihi adalah memberi. Ya, memberi merupakan salah satu cara menyatakan kasih dan kepedulian. Karena itu, pemberian cenderung disambut atau diterima dengan baik. Padahal, tidak selamanya ada hati yang tulus mengasihi di balik sebuah pemberian. Ada pula motivasi untuk menjilat, mengikat, menutupi kesalahan, dan lain sebagainya.
Melalui Samuel, Tuhan memerintahkan Saul menumpas habis Amalek. Baik laki-laki, perempuan, anak-anak maupun bayi, lembu maupun domba, unta maupun keledai. Namun, Saul menyelamatkan Agag (raja Amalek), kambing domba dan lembu yang terbaik, anak domba dan segala yang berharga. Alasannya, mereka hendak mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai kurban bakaran. Bukan pujian, Samuel justru menjawab Saul dengan mengatakan bahwa taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Menjadi patuh lebih baik daripada lemak domba.
Memberikan persembahan bagi Tuhan saat ibadah, mungkin terdengar sangat rohani. Namun, ternyata hal itu tidak dikenan Tuhan jika dilakukan sebatas ritual keagamaan, bukan atas dasar ketaatan. Hal ini menjelaskan bagi kita bahwa ritual keagamaan tidak akan pernah dapat menggantikan realitas rohani. Bahkan Samuel mempertegas lagi dengan mengatakan bahwa pembangkangan sama seperti dosa bertenung, dan keras kepala sama seperti kejahatan menyembah berhala. Dengan demikian ketaatan kepada Tuhan adalah harga mati bagi orang percaya. Bukan berarti meremehkan persembahan, tetapi keadaan hati menentukan nilai kurban yang dipersembahkan. Persembahan kita tidak akan pernah berarti apa-apa tanpa didasari ketaatan. Mari perbaiki sikap hati dan ketaatan kita dalam memberi persembahan, supaya dikenan Tuhan.
Refleksi Diri: Bagaimana sikap hati dan ketaatan anda dalam memberi persembahan dalam ibadah selama ini?
Highlight: Memberikan persembahan bagi Tuhan saat ibadah, mungkin terdengar sangat rohani. Namun, ternyata hal itu tidak dikenan Tuhan jika dilakukan sebatas ritual keagamaan.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.