Bacaan: Yesaya 60 : 1-22
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. (Yesaya 60:1)
Bangsa Israel mengalami kemerosotan semasa zaman pemerintahan Raja Uzia. Bangsa Israel seolah-olah berada dalam kegelapan. Bisa dibayangkan, bahwa rakyat Israel pada masa itu sangat mendambakan penyelamatan dan pemulihan terjadi di negeri bangsa pilihannya Tuhan.
Nabi Yesaya menubuatkan tentang sebuah masa “damai sejahtera (syalom) dan keadilan.” Ia tidak menubuatkan suatu agresi militer seperti pada masa Daud, maupun masa kejayaan politik Salomo. Namun ia menubuatkan tentang datangnya suatu terang yang membawa pengharapan bagi setiap orang. Kota Tuhan akan menjadi terang yang menerangi dunia yang gelap, yang dihuni oleh orang-orang benar. Tidak ada lagi dukacita, kelaliman dan kekelaman. Semua akan sirna ketika Tuhan hadir. Umat Tuhan akan hidup dengan standar kehidupan yang berbeda dari dunia.
Sekarang, Tuhan telah memberi kita terang-Nya supaya kita hidup dengan pengharapan yang baru. Tuhan menghendaki kita membawa terang-Nya tersebut kepada dunia yang ada di sekitar kita. Tuhan memanggil kita, supaya kita bisa menunjukkan terang-Nya melalui gaya hidup yang berbeda. Yaitu gaya hidup yang mencerminkan kasih Yesus, sehingga menghadirkan damai dan sukacita di bumi yang semakin tua ini. Dengan kasih yang kita tebarkan itulah kedamaian dan sejahtera terasa di bumi yang kita hidupi. Dan dengan sendirinya semakin mengharumkan dan memuliakan nama-Nya.
Renungan: Bagaimana cara anda membawa terang-Nya kepada lingkungan sekitar anda?
Highlight: Tuhan menghendaki kita membawa terang-Nya tersebut kepada dunia yang ada di sekitar kita.