SUARAAKURAT.ORG

MEMELIHARA PENGHARAPAN

Bacaan: Ibrani 6 : 9-20
“Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,” (Ibrani 6:19)
Saat berolahraga pagi hari, saya sering bertemu dengan seorang bapak yang membawa putranya jalan-jalan. Sang anak badannya cukup besar, tetapi memiliki kebutuhan khusus, sang bapak harus dengan susah payah mengangkatnya dari mobil dan mendudukannya di kursi roda. Kadang-kadang saya sudah satu putaran mengelilingi stadion, bapak ini belum juga selesai memindahkan anaknya dari mobil ke kursi roda. Bila telah memindahkan anaknya ke kursi roda, bapak ini istirahat dulu untuk minum lalu mendorong kursi roda putranya dan membawanya berjalan-jalan mengelilingi stadion. Terharu melihat perjuangan bapak ini, saya tidak bisa bicara apa-apa, saya tepuk bahunya, dengan mengacungkan jempol saya berkata, “hebat pak!”
Dalam hati saya berpikir, bapak ini bersusah payah melakukan semua demi untuk anaknya, pasti karena memiliki sebuah pengharapan, entah sekecil apapun itu. Mungkin pengharapan bapak ini melalui udara segar di pagi hari dan hangatnya sinar mentari akan berdampak bagi kemajuan kesehatan anaknya. Saat itu saya mendapat pencerahan bahwa, untuk sebuah pengharapan ‘tidak pasti’ saja, seseorang berani melakukan apapun demi yang dikasihinya. Mengapa orang Kristen yang sebenarnya memiliki pengharapan pasti dalam Tuhan tidak berani membayar harga? Bayar harga adalah upaya memelihara pengharapan.
Segala sesuatu yang kita lakukan tanpa disertai pengharapan akan menjadi sia-sia. Pahlawan-pahlawan Allah yang perkasa adalah orang-orang yang menaruh harapannya pada Allah, dan mereka telah membuktikan bahwa Allah tidak pernah mengecewakan mereka.Berdoa atau beribadah tanpa pengharapan hanyalah pelaksanaan upacara agama, tidak berkuasa dan tidak mengubah apa-apa. Melayani tanpa pengharapan hanyalah buang energi tanpa hasil dan bekerja tanpa pengharapan dijamin pasti gagal. Mari memulai hari ini dengan berharap pada Allah yang hidup, harapkanlah berkatNya, harapkanlah penyertaanNya, harapkanlah perlindunganNya, dijamin anda tidak akan kecewa. Persoalannya, bagaimana kita memelihara pengharapan? (MN)
Refleksi Diri: Bicara pengharapan, bagaimana sebenarnya pengharapan anda? Apakah naik turun?
Highlight: Segala sesuatu yang kita lakukan tanpa disertai pengharapan akan menjadi sia-sia. Pahlawan-pahlawan Allah yang perkasa adalah orang-orang yang menaruh harapannya pada Allah.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain