SUARAAKURAT.ORG

KESETIAAN (LOYALITAS)

Bacaan: Lukas 22 : 31-34, 54-62
“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” (Lukas 22:31-32)
Pernyataan Yesus tentang Petrus menyingkapkan dua kebenaran penting: Pertama, Allah mengijinkan Iblis mencobai kita hanya sampai batas-batas tertentu dan dengan ijin Allah. Iblis tidak leluasa untuk melakukan apa saja yang ia inginkan dengan umat Allah. Kedua, Yesus berdoa agar iman umat-Nya tidak akan gagal. Sebagai pengantara sorgawi kita, Ia berdoa bagi semua orang yang “oleh Dia datang kepada Allah” sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara bagi mereka (Ibrani 7:25). Doa-doa Yesus itu bersyarat, jikalau seseorang menolak kasih karunia Allah maka doa syafaat Kristus akhirnya sia- sia.
Kita semua sadar bahwa untuk dapat menikmati kesuksesan, kita harus berkorban dengan berpegang teguh pada komitmen dan loyalitas, serta belajar dari kegagalan. Sebelum Yesus ditangkap dan diadili, Petrus mengungkapkan kesetiaannya kepada Tuhan dengan berkata, “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” (Lukas 22:33). Namun saat niat mulia Petrus diuji, ketegaran hatinya luntur oleh tekanan. Tiga kali Petrus menyangkal bahwa ia mengenal Yesus (ayat 56-60). Namun kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Akhirnya, ia meneguhkan kembali kasihnya kepada Tuhan (Yohanes 21:15-19). Dan ketika dipenuhi oleh Roh Kudus, Petrus menjadi saksi Kristus yang gagah berani (Kisah Para Rasul 2:1-12:19), bersedia dipenjara bahkan mati untuk Tuhan (Yohanes 21:18-19).
Komitmen dan loyalitas kita kepada Kristus akan diuji. Terkadang kita harus membayar harga, yakni menderita penolakan atau kehilangan. Namun satu-satunya cara untuk menikmati sukacita karena perkenaan Kristus adalah dengan menyerahkan hidup kita tanpa syarat kepada-Nya. Dengan demikian, Dia akan bekerja melalui kita sebagaimana Dia bekerja melalui Petrus (Lukas 22:32), yakni untuk menguatkan orang lain. (MN)
Refleksi Diri : Bagaimana pendapat anda? Apakah ujian selalu ada bagi orang yang memiliki komitmen dan loyalitas?
Highlight : Komitmen dan loyalitas kita kepada Kristus akan diuji. Terkadang kita harus membayar harga, yakni menderita penolakan atau kehilangan.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain