Bacaan: Matius 8 : 5-17; 1 Petrus 2 : 24b
“Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17)
Dalam iman Kristen, banyak orang percaya bahwa setelah mengenal Yesus Kristus, mereka bisa berharap akan mengalami kesembuhan dan pemulihan diri melalui doa, iman, dan karena kehendak Tuhan. Mengapa kita perlu sembuh? Sebab orang yang tidak pulih, tidak akan (gagal) mengenal dirinya sendiri. Dampaknya adalah sangat buruk, yaitu gagal membangun relasi proporsional dengan Tuhan. Kaitan pemulihan dengan sakit adalah seperti berikut: Apabila gigi kita berlubang, lalu kita minum air es, apakah yang akan terjadi? Tentu rasa ngilu dan sakit sekali. Pertanyaannya, apakah penyebab rasa ngilu tersebut? Bukan air es nya! Tapi diakibatkan oleh gigi yang berlubang. Air es hanyalah jadi pemicunya saja. Perlu disembuhkan dulu giginya yang berlubang.
Berbagai krisis diri dalam kehidupan manusia seperti krisis moral, krisis ekonomi, kiris damai bahkan krisis religi, bisa berpotensi mengubah pola hidup seseorang menjadi tidak pulih. Seseorang perlu pulih supaya memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan maka akan pulih juga batinnya. Berikut beberapa perspektif tentang hal kesembuhan dan pemulihan adalah: Pertama, karena Yesus adalah sang Penyembuh. Dalam pelayanan-Nya di bumi, Yesus banyak melakukan kesembuhan fisik maupun rohani. Dalam Matius 8:16-17, dikatakan bahwa Yesus, “Dia yang menyembuhkan semua orang yang sakit” untuk memenuhi nubuat tentang “Dia yang memikul kelemahan kita dan membawa penyakit kita.” Ingat, dari luka-luka pada tubuhNyalah datang kesembuhan, “oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24b). Bilur siapakah yang dimaksud? Bilur-bilur atau luka pada tubuh Tuhan.
Kedua, karena iman dan kehendak Tuhan. Banyak orang Kristen percaya dan yakin bahwa kesembuhan datang melalui iman kepada Yesus Kristus. Namun, kehendak Tuhan juga dianggap penting dalam proses kesembuhan. Dalam Yohanes 9:3, Yesus mengatakan tentang seorang yang buta sejak lahir, “Bukan karena dosa orang ini atau dosa orang tuanya, melainkan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah di dalam dia.” Jadi kesimpulannya adalah, gereja yang sejati, saudara boleh perhatikan, dimana-mana selalu concern terhadap pelayanan kesembuhan dan pemulihan umat. Tidak pernah mengabaikannya. (MN)
Refleksi Diri: Pernahkah anda menyaksikan jemaat sakit dan menderita dalam suatu gereja lokal dibaikan kesehatan dan pemulihannya?
Highlight: Gereja yang sejati, saudara boleh perhatikan, dimana-mana selalu concern terhadap pelayanan kesembuhan dan pemulihan umat.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.