SUARAAKURAT.ORG

KEKAYAAN BUKAN UNTUK KESOMBONGAN

Bacaan: Matius 6:19-24 (TB)
“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tidak menentu seperti seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” (1Timotius 6:17)
Dunia selalu memalingkan pandangan kita untuk melihat pada materi. Kaya miskin semata-mata di ukur atas dasar materi, padahal kelimpahan materi tidak otomatis membuat seseorang menjadi kaya, kekurangan materi tidak lantas membuat seseorang menjadi miskin. Jadi bukan seberapa besar penghasilan kita tetapi seberapa besar manfaat penghasilan kita tersebut bagi orang lain, terutama mereka yang kita kasihi. Karena itu kekayaan bukanlah untuk kesombongan semata, jadi bila kita diberkati Tuhan dengan limpah, pasti Tuhan punya tujuan.
“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Lukas 12:15). Berharaplah semoga kita termasuk golongan orang yang selalu mensyukuri dan memberi manfaat untuk sesama, serta dijauhkan dari sifat kesombongan. Sombong sama dengan tinggi hati dan kata firman Tuhan mengenai tinggi hati demikian: “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan” (Amsal 18:12).
Namun nasehat ini bukan berarti orang percaya (Kristen) dilarang untuk menjadi miskin. Lalu mensyukuri dan puas dengan hidup apa adanya saja. Tidak! Alkitab, memberi banyak contoh tokoh-tokoh Alkitab yang dibuat Tuhan kaya, bahkan sangat kaya. Sebut saja Salomo, raja Daud, bahkan Abraham, Ishak, Yakub, mereka semua hidup dalam kelimpahan. Namun, hati mereka tidak berubah setia, tetap mengasihi Tuhan. Mereka menggenapi tujuan Tuhan yang menjadikan mereka kaya. Itu yang paling prinsip, yakni tahu atau mengenal tujuan-Nya dan tidak pernah keluar dari hadiratNya. Tetap semangat dan selamat menikmati hadirat Tuhan dalam kelimpahan yang di anugerahiNya. (MN)
Refleksi Diri: Coba katakan, andai Tuhan memperkaya anda, apa yang akan anda perbuat?
Highlight: Namun, hati mereka tidak berubah setia, tetap mengasihi Tuhan. Mereka menggenapi tujuan Tuhan yang menjadikan mereka kaya, itu yang paling prinsip.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain