Bacaan: Filipi 1 : 21-26
“Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21)
Mungkin anda pernah menemui seorang hamba Tuhan yang semasa hidupnya dikenal dengan penyerahan diri yang luar biasa kepada Allah. Baginya, hidup dan mati bukanlah suatu masalah besar. Kalau dipanggil pulang ke surga, lebih baik. Tetapi kalau Tuhan masih kehendaki hidup pasti digunakan untuk melayani Dia. Kira-kira begitulah prinsip yang dipegang.
Firman Tuhan mengenai komitmen hidup bagi Kristus, juga tidak takut mati, memang mudah diucapkan, dikutip, diajarkan, hingga dibuat status di media sosial. Namun, faktanya komitmen ini sangat tidak mudah untuk dijalani. Jauh lebih banyak orang hidup untuk mencari ketenaran, menikmati kesenangan hidup, atau memenuhi hasrat berkuasa dan menjadi kaya. Tanpa pernah bertanya, “Apakah semua itu dapat kupergunakan untuk memuliakan Kristus?” Orang yang gagal menjawab pertanyaan ini, niscaya akan sukar berkata, “Mati adalah keuntungan.” Karena hatinya belum sepenuhnya yakin dan berpaut pada hal-hal surgawi.
Alangkah indahnya jika kehidupan ini dapat kita jalani dengan keyakinan dan prinsip yang sama seperti Rasul Paulus. Secara sederhana dapat dikatakan: hidup berguna, mati pun terasa untung. Sekali lagi, ini bukanlah perkara yang mudah untuk dijalani, tetapi mungkin dilakukan dalam kasih karunia dan pertolongan dari Allah. Sudahkah kita memiliki kerinduan hidup seperti yang dimiliki Rasul Paulus? Kehidupan orang percaya yang terarah pada Kristus akan memuliakan nama-Nya.
Refleksi Diri: Menurut anda, seperti apa konsep hidup yang dipersembahkan bagi Kristus?
Highlight: Kehidupan orang percaya yang terarah pada Kristus akan memuliakan nama-Nya.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.