SUARAAKURAT.ORG

IMAN KEPADA JANJI-JANJI ALLAH SEMATA

Bacaan: Ibrani 11 : 1-40 (TB)
”Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.” (Ibrani 11:11)
Bicara soal iman adalah topik paling menarik. Semakin seorang Kristen mengandalkan hanya firman, maka semakin kuat imannya. Jika anda mempercayai perkataan seorang yang anda pinjamkan uang meski tanpa jaminan, ini menunjukkan bahwa ada kepercayaan besar terhadap orang tersebut. Ketika kita mempercayai Allah atas janji-janji-Nya tanpa embel-embel, kita mempercayai Dia atas nama baik-Nya sendiri, dan ini benar-benar yang disebut iman. Orang yang berjalan tanpa tongkat tentu lebih kuat dari orang yang bergantung pada sebuah tongkat. Janji Allah merupakan tempat iman bertumpu. Indra dan akal budi merupakan tongkat penyangga yang menjadi sandaran bagi orang yang lemah imannya. Dapatkah anda bertahan jika seandainya indra dan perasaan sebagai tongkat penyangga saat itu tidak ada di tangan? Atau diambil dari anda?
Ada saat anda bisa merasakan kasih Allah dan perkenanan-Nya begitu mudah. Anda bisa meyakini Ia begitu mengasihi anda. Itu bisa terlihat dari berkat-berkat yang Ia limpahkan pada saudara. Kasih Allah sedang bersinar cerah dan berbunga-bunga di hati anda. Saat itu anda senantiasa dapat merasakan dan menangkapnya dengan indra dan perasaan anda. Saat itu anda begitu mudah mempercayai Allah dan mudah menolak pikiran-pikiran yang tidak mempercayai Allah.
Tetapi bagaimana jika semua tanda-tanda yang dapat dirasakan itu ditarik, dan Allah ijinkan perkara yang tidak disukai datang? Apakah kemudian anda meragukan janji itu dalam pikiran anda? Tidak yakin? Apakah anda berani menambatkan jangkar pada janji itu? Karena anda tidak merasakan kasih-Nya, apakah mata iman juga gagal memercayai kemurahan dan kebenaran di dalam janji-Nya? Jika demikian, mata iman anda masih lemah, karena membutuhkan kacamata perasaan untuk menopangnya. Orang Kristen, pujilah Allah demi pengalaman merasakan kasih-Nya, tetapi hal ini bukanlah bukti iman yang kuat. Belajarlah untuk lebih bersandar pada janji Allah, dan mengurangi sandaran pada perasaan atas ekspresi kasih Allah, baik perasaan saat ini maupun pengalaman dulu. Anda mungkin dapat meningkatkan hal-hal ini, hanya janganlah bersandar pada semua ini. (MN)
Refleksi Diri: Jika anda evaluasi iman anda apakah anda sudah punya iman yang kuat dan percaya murni pada janji-janji firmanNya selama ini?
Highlight: Ketika kita mempercayai Allah atas janji-janji-Nya tanpa embel-embel, kita mempercayai Dia atas nama baik-Nya sendiri, dan ini benar-benar yang disebut iman.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain