Bacaan: Lukas 21 : 34-38
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Lukas 21:34)
Tidak ada satu orang pun yang kebal terhadap dosa, untuk itu kita perlu berjaga-jaga supaya tidak jatuh ke dalam dosa. Terlebih hidup di tengah dunia yang menawarkan banyak hal yang menyenangkan daging seperti kekayaan, kesenangan, kemewahan, popularitas dan segala kenikmatan. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan terbawa arus, akhirnya tenggelam dalam pesta pora dunia ini. Arti kata pesta pora adalah berpesta besar, bersuka ria (makan minum), yang membuat seseorang menjadi terlena dan lupa diri. Kita sering mendengar celotehan orang yang berkata, “Hidup ini hanya satu kali, bersenang-senanglah, nikmatilah hidup! Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” Bisa diartikan selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu. Tidak perlu pusing memikirkan perkara-perkara rohani, tidak perlu capai-capai ibadah atau pelayanan.
Keadaan dunia semakin hari semakin jahat dan kian memburuk, terkadang bisa dengan kuat menyeret kita terlibat masuk dalam pusaran dunia. Sebagai orang percaya seharusnya kita bisa menanggapi situasi-situasi yang ada dengan hikmat Tuhan, sebab Tuhan banyak berbicara melalui peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi. Firman Tuhan memperingatkan, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora” (ayat nas). Kata ‘jagalah’ mengarah pada perilaku kita supaya segala sesuatu yang kita lakukan tidak boleh sama seperti yang dilakukan orang-orang dunia, tetapi sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab ada tertulis, “Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba tiba.” (Pengkhotbah 9:12). Karena itu kita harus waspada.
Namun banyak orang yang memiliki pengertian salah tentang merayakan Natal. Banyak yang seperti dikatakan dalam nats di atas, yakni merayakan Natal dengan berpesta pora. Berpesta pora dengan berdoa dan berjaga-jaga adalah dua perkara yang saling bertentangan. Hanya orang yang tidak berjaga-jaga yang akan jatuh dalam kesaratan pesta pora. Dan orang yang jatuh dalam pesta pora itu karena ia tidak berdoa dan berjaga-jaga. Lalu sampai kapan kita harus berjaga-jaga dan berdoa? Sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. (MN)
Refleksi Diri: Dalam hidupmu godaan apakah yang sering datang dan engkau kalah dalam menanganinya?
Highlight: Hanya orang yang tidak berdoa dan berjaga-jaga yang jatuh ke dalam pesta pora.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.