Bacaan: Lukas 7 : 18-35 (TB)
“Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” (Lukas 7:22)
Sungguh sangat indah sekali jika kita diijinkan Tuhan menyaksikan Tuhan mendemonstrasikan kuasa-Nya. Terlebih lagi kalau kita mengalami sendiri kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup seperti dikisahkan dalam bacaan diatas. Saya yakin ketika 1 (satu) mujizat dinyatakan dalam sebuah gereja lokal, maka dipastikan akan segera tersiar kabar tentang mujizat tersebut. Apalagi kalau kerap terjadi. Misalkan, minggu ini suatu mujizat terjadi, lalu minggu depannya ada lagi terjadi, demikan minggu depannya terjadi lagi. Maka, akumulasi dari peristiwa demi peristiwa mujizat akan membangkitkan rasa ingin tahu orang dan rasa penasaran. Dan ini merupakan sebuah magnet yang menarik orang datang berbondong-bondong datang ke rumah Tuhan untuk beribadah.
Kemarin sudah dijelaskan tentang apa itu urapan atau kuasa yang besar yang melewati atau di atas natural. Iman Kristen mengatakan bahwa Allah adalah sumber dari kuasa! Dialah otoritas tertinggi di jagad raya ini. Kuasa yang ada pada Yesus pun berasal dari Allah Bapa. Lalu Roh Kudus mentransmisikan kuasa tersebut pada orang-orang percaya yang disebut dengan gereja. Sementara kuasa inilah sebagai kausalitas mujizat terjadi.
Memadukan 2 (dua) hal di atas yakni, peristiwa mujizat dan dari mana pencetus (kuasanya), maka gereja sejati mau tidak mau harus kembali lagi memprioritaskan pengurapan. Gereja kembali pada kualitas kehidupan ministry yang penuh urapan Allah (anointing). Karena urapan Allah dapat mengadakan mujizat dan mujizat akan membawa jiwa-jiwa datang pada Tuhan. Sementara yang lain, sebut misalnya sound system, peralatan musik yang canggih, tata lampu (lighting), ataupun semarak gedungnya, tidak menjamin manusia datang. Atau mungkin datang juga tapi hanya hadir secara fisik namun mungkin tidak rindu mengalami jamahan Allah atau rindu dan haus akan kebenaran. Beribadah tapi hanya agamawi atau kering. Dinyatakannya hadirat Allah atau kuasa Allah, merupakan suatu bukti yang tak terbantahkan bahwa Allah itu ada dan penuh kuasa. Amin. (MN)
Refleksi Diri: Bagaimana anda sendiri? Rindukah mengalami penyataan kuasa-Nya?
Highlight: Gereja sejati mau tidak mau harus kembali lagi memprioritaskan pengurapan. Gereja kembali pada kualitas kehidupan ministry yang penuh urapan Allah (anointing).
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.