SUARAAKURAT.ORG

GEREJA MENGATASI TRADISI

Bacaan: Matius 15 : 1-20 (TB)
“Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.” (Matius 15:17-18)
Ayat bacaan di atas menunjukkan betapa sangat radikalnya ajaran Yesus dalam menentang tradisi keagamaan, yang hanya menekankan aspek luar tanpa memperhatikan kondisi hati. Beberapa poin yang sangat tajam disoroti dari perkataan Yesus dalam perikop ini adalah gereja atau orang percaya diingatkan untuk: Pertama, jangan pernah bergeser fokusnya dari hati dialihkan kepada sekedar ritual seperti kebersihan fisik (mencuci tangan) ke kebersihan hati. Ini menunjukkan bahwa hubungan dengan Tuhan lebih tentang kondisi batin daripada ketaatan pada aturan luar. Kedua, kritik terhadap hipokrisi. Dengan mengatakan bahwa yang keluar dari mulut, berasal dari hati yang menajiskan, Yesus secara implisit mengkritik hipokrisi (kemunafikan) orang Farisi yang mementingkan penampilan luar tetapi mengabaikan kebenaran dan keadilan di dalam hati. Dan gereja-gereja banyak yang berjalan dalam kemunafikan. 
Ketiga, makna “menajiskan” dalam konteks rohani. Dalam konteks ini, “menajiskan” bukan tentang kebersihan fisik atau ritual, tetapi tentang dampak dari perkataan dan perbuatan yang berasal dari hati terhadap hubungan dengan Tuhan dan sesama. Ajaran ini menantang kita untuk memeriksa apa yang keluar dari hati kita—apakah itu mencerminkan kasih, kebenaran, dan kehendak Tuhan, atau hanya daging kita yang dibungkus dengan kesalehan ritual. 
Bila gereja berjalan dalam kemurnian hati atau tidak sekedar menekankan pada kesalehan lahiriah, maka gereja akan memiliki dampak yang signifikan dalam beberapa aspek seperti: Pertama, gereja cenderung memiliki kesaksian yang kuat ditengah masyarakat. Kedua, memiliki persekutuan yang sehat. Orang-orang dengan hati yang murni cenderung memiliki hubungan yang tulus, saling mengasihi, dan saling mendukung. Ketiga, pelayanan yang efektif. Ketika hati gereja murni, pelayanan mereka kepada Tuhan dan kepada sesama menjadi lebih fokus pada kehendak Tuhan dan melayani dengan motivasi yang benar. Keempat, pertumbuhan rohani. Kemurnian hati membantu gereja untuk terus tumbuh dalam hubungan dengan Tuhan. Mereka lebih peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan lebih taat pada Firman Tuhan. (MN)
Refleksi Diri: Apakah di gereja lokal anda sangat menekankan kesalehan lahiriah atau dari “batin”? Ceritakan!
Highlight: Bila gereja berjalan dalam kemurnian hati atau tidak sekedar menekankan pada kesalehan lahiriah, maka gereja akan memiliki dampak yang signifikan.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain