Bacaan: Yohanes 3 : 1-21
“Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)
Menurut catatan kuno, Yohanes sudah lanjut usianya saat menulis Injil Yohanes. Ia menulisnya atas permintaan para penatua di Asia. Tujuannya untuk menangkal ajaran yang dikembangkan oleh seorang Yahudi berpengaruh bernama Cerinthus. Cerinthus mengembangkan ajarannya yang menolak sifat, kepribadian dan keilahian Kristus. Karena ajaran itu banyak orang percaya menjadi lemah imannya dan mulai meragukan keIlahian Kristus, sehingga mulai meninggalkan komunitas. Meski demikian surat Yohanes ditujukan pula untuk orang-orang yang belum percaya, agar percaya kepada Kristus dan diselamatkan.
Yohanes menggunakan kisah percakapan Yesus dengan Nikodemus untuk meyakinkan mereka. Kata “percaya” dalam ayat 16 menggunakan tata bahasa bermakna aorist subjunctive (supaya kamu mulai percaya sampai selamanya) dan present subjunctive (sehingga kamu terus percaya). Melalui kisah ini Yohanes ingin menguatkan dasar orang percaya agar tetap teguh meski ada ajaran palsu. Yohanes menegaskan bahwa mereka yang percaya kepada Kristus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Ajaran palsu dan menyimpang juga masih menghantui gereja dan orang percaya di zaman sekarang. Agar tidak tergoncang dengan pengajaran menyimpang, gereja harus membangun fondasi iman yang kuat dalam kehidupan jemaatnya. Choan-Seng Song, seorang teolog dari Taiwan, berkata, “Jika gereja ingin kuat dan memenangkan dunia ini, ia harus berhenti mengasingkan Yesus dengan pernak-pernik kemewahan di dalam gereja. Gereja harus meneladani Mesias yang rela menderita bagi dunia.” Gereja perlu menanamkan pemahaman akan kebenaran sebagai cara yang paling tepat, supaya terhindar dari kepalsuan dan ajaran sesat.
Refleksi Diri: Bagaimana dengan pengajaran yang anda terima selama ini dalam gereja lokal anda? Sehatkah?
Highlight: “Jika gereja ingin kuat dan memenangkan dunia ini, ia harus berhenti mengasingkan Yesus dengan pernak-pernik kemewahan di dalam gereja. Gereja harus meneladani Mesias yang rela menderita bagi dunia.”
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.