Bacaan: Kolose 1 : 24-29
“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” (Kolose 1:28)
Pembangunan manusia di Indonesia telah di mulai sejak zaman Presiden Soekarno. Pada tahun 1950an, Soekarno mengutus menteri luar negeri ke Amerika Serikat untuk meminta bantuan, bukan pinjaman, untuk membangun manusia Indonesia. Keunggulan sebuah negara hanya bisa di capai, jika ada pembangunan manusia. Sampai hari ini pembangunan manusia terasa kurang cerdas dan kurang bijaksana. Hal tersebut menghasilkan kesenjangan kecakapan antar manusia, yang lebar dan relatif rendahnya kompetensi manusia Indonesia. Keduanya bermuara pada ketidakmampuan menghadapi krisis moneter dan berakibat ambruknya ekonomi (krisis total) Indonesia.
Gereja juga bisa turut berperan mempersiapkan SDM-SDM unggul untuk Indonesia. Selain itu, tentu saja gereja diuntungkan andai mempunyai SDM yang unggul. Yang menjadikan gereja bersinar bukan fasilitasnya di tambah, melainkan membangun manusianya. Investasi gereja dalam memajukan kaum mudanya, mulai dari pelayanan anak hingga pelayanan generasi muda haruslah lebih besar. Bentuknya bermacam-macam, ada jalur formal, jalur informal dan rohani. Di jalur formal adalah pendidikan umum melalui sekolah, gereja membantu melalui bentuk pemberian beasiswa, bimbingan belajar serta kursus-kursus. Jalur informal adalah melengkapi dengan keterampilan-keterampilan apa saja yang dimungkinkan. Dan jalur rohani berupa pendidikan moral dan karakter serta nilai-nilai kerajaan Allah melalui mentoring dan pengajaran-pengajaran di gereja.
Kadang gereja ingin berbuat ini dan itu, namun terkendala karena tidak punya SDM. Krisis SDM akan teratasi apabila kita mulai memperhatikan pembangunan manusia di gereja. Membangun sumber daya manusia seutuhnya adalah investasi jangka panjang dan memerlukan kesabaran, ketekunan dan komitmen dari pemimpin. Namun inilah tugas yang harus dikerjakan juga oleh gereja sebagai pemenuhan panggilanNya. (MN)
Refleksi Diri: Peran konkrit apakah yang bisa diambil gereja untuk pembangunan manusia? Sudahkah anda terlibat?
Highlight: Yang menjadikan gereja bersinar bukan fasilitasnya di tambah, melainkan membangun manusianya.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.