Bacaan: Pengkhotbah 9 : 1-12
“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10)
Apakah anda suka tempe dan tahu? Tahukah anda bahwa untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya, yaitu kedelai, mayoritas diimport dari luar negeri atau tepatnya Amerika sebagai penghasil kedelai. Tempe adalah makanan sederhana, namun bahan bakunya diimport dari luar negri. Jagung sebagai bahan baku pakan ayam petelur juga diimport dari Amerika. Luar biasa! Jadi bukan hanya McDonald dan KFC yang berbau Amerika. Tapi suka atau tidak suka, kenyataannya negeri Paman Sam ini adalah eksportir yang merajai disemua bidang kehidupan di Indonesia.
Kita tidak bisa mengusir dominasi asing ini dengan demostrasi atau pengerahan massa. Yang bisa kita lakukan adalah melawannya dengan barang atau jasa yang lebih unggul. Bila produk asing kalah dalam persaingan mutu, otomatis mereka akan angkat kaki. Lalu siapa yang bisa menjadi pahlawan seperti ini? Kita semua bisa! Bukankah firman-Nya berkata engkau akan menjadi kepala dan bukan ekor? Dan Alkitab juga memberi kita mandat untuk berprestasi (Kejadian 1:28). Namun syaratnya kita harus ekstra kerja keras demi pencapaian prestasi ini. Negeri kita sudah terpuruk dalam, akankah gereja dan orang-orang di dalamnya diam saja?
Mari kita renungkan! Apakah gejala seperti ini akan dibiarkan begitu saja dan makin merajalela? Tidak bisakah kita melakukan sesuatu untuk membendungnya? Tidak adakah upaya agar kecenderungan ini tidak semakin berlarut-larut? Ya, yang paling gampang tentu membiarkannya dan masa bodoh. Yang penting kita masih bisa hidup dan menikmati semua fasilitas dengan aman dan nyaman. Kini, ketika penguasaan fisik oleh asing telah berganti menjadi penguasaan ekonomi, kita butuh para pejuang gaya baru dengan usaha yang ekstra keras. Kelemahan gereja adalah kurang motivasi untuk jadi petarung. Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang, jangan bersikap masa bodoh atau tidak peduli. (MN)
Refleksi Diri: Bagaimana anda rasakan dengan persaingan mutu orang Kristen di market place?
Highlight: Negeri kita sudah terpuruk dalam, akankah gereja dan orang-orang didalamnya diam saja? Kelemahan gereja adalah kurang motivasi untuk jadi petarung.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.