Bacaan: Mazmur 92:12-15 (TB).
“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;” (Mazmur 92:12)
“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4)
Banyak lansia Kristen dewasa ini yang tidak tahu bagaimana menjalani kehidupan masa tuanya dengan benar, ada yang kuatir dan diliputi rasa takut; ada yang bersungut; ada yang menjadi lemah; ada yang merasa tidak berguna. “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap” (Mazmur 90:10). Lansia adalah orang-orang yang berhikmat dan berpengertian karena pengalaman hidupnya melewati berbagai proses kehidupan. Ayub 12:12 (TB), berkata: “Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya.” Haleluya! Uban seharusnya menjadi lambang keindahan karena simbol pengalaman hidupnya yang telah dilewati bersama Tuhan, Amsal 16:31, “Rambut putih adalah mahkota yang indah yang didapat pada jalan kebenaran.”
Lalu, bagaimana para lansia seharusnya menjalani masa tuanya? Pertama, selalu percaya bahwa Tuhan tetap setia memelihara dan menyertai. “Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis”, Mazmur 71:9. Kedua, semakin menyadari bahwa walaupun tubuh jasmani semakin lemah, namun manusia rohani justru semakin mengalami pembaharuan. “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari”, 2 Korintus 4:16 (TB). Ketiga, menggunakan sisa waktu yang ada secara bijaksana dengan hidup dalam kebenaran. “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”, Mazmur 90:12 (TB).
Hidup lansia yang intim dengan Tuhan pasti mempunyai keturunan yang diberkati Tuhan. “Dahulu aku muda sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti”, Mazmur 37:25. Bagaimana keturunan kita hidup adalah cerminan bagaimana cara hidup orang tuanya. “Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka”, Amsal 17:6 (TB). Dimasa tuamu jangan kuatir bahwa Allah menyertai dan memberikan jaminan pada anak-anak-Nya yang lanjut usia (Yesaya 46:4). Tetaplah percaya dan jangan ragukan Tuhan menyertai anda, keluarga dan keturunanmu dengan syarat tetaplah beriman dan andalkan Tuhan senantiasa. (MN)
Refleksi Diri: Apakah masih ada terselip kuatir dan takut dalam hidupmu?
Highlight: Dimasa tuamu jangan kuatir bahwa Allah menyertai dan memberikan jaminan pada anak-anak-Nya yang lanjut usia (Yesaya 46:4).
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.