Bacaan: Lukas 24 : 36-49 (TB); Kisah Para Rasul 17 : 22-34
“Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.” (Kisah Para Rasul 17:23)
Seorang agnostik adalah orang yang tidak memiliki keyakinan yang pasti tentang keberadaan Tuhan. Mereka mungkin tidak percaya bahwa Tuhan ada atau tidak ada. Percaya bahwa keberadaan Tuhan tidak dapat diketahui atau dibuktikan. Tidak memiliki pendapat yang kuat tentang Tuhan. Agnostisisme bukanlah ateisme, yang merupakan kepercayaan bahwa Tuhan tidak ada. Agnostisisme lebih tentang ketidakpastian dan keraguan tentang keberadaan Tuhan.
Jadi, seorang agnostisism (penganut agostik) tidak dapat dikatakan seorang percaya atau tidak percaya kepada Tuhan secara pasti. Mereka lebih berada di tengah-tengah, dengan keraguan dan ketidakpastian tentang hal keberadaan Tuhan atau asal usulnya Tuhan. Agnotisimisme sekarang merebak bagai jamur di mana-mana. Terutama menghinggapi para anak-anak muda Gen-Z dan Gen-A apalagi jika di rumah mereka kurang mendapat asupan rohani yang benar. Itu sebabnya, kehadiran anak muda dalam gereja semakin turun dari tahun ke tahun. Jadi, jika ada sebuah gereja mengklaim anggota jemaat mereka berjumlah 10.000 orang, tengoklah berapa kira-kira jumlah anak-anak mudanya? Adalah betul, tidak semua orang yang tidak datang ke gereja adalah seorang agnostik. Kekuatiran saya seperti ini, bisa jadi generasi muda kita berpotensi menjadi generasi tanpa iman.
Lalu bagaimana caranya kita menahan gelombang agnotism? Pengajaran tentang teologia profer dari mimbar jangan hilang. Bahkan semakin ditegakkan dalam gereja. Lalu para orang tua, dipersiapkan untuk dapat memperlengkapi anak-anak mereka di rumah. Dan mendorong mereka untuk setia beribadah. Ibadah yang setia dilakukan akan menghasilkan kemantapan iman dan pengenalan akan Allah dengan lebih baik lagi. Kemudian gereja mengadakan School Of Ministry (SOM) untuk memperlengkapi anak-anak mudanya. (MN)
Refleksi Diri: Bagaimana anda menilai dalam jemaat gereja anda, masihkah ada keraguan tentang Tuhan?
Highlight: Kekuatiran saya seperti ini, bisa jadi generasi muda kita berpotensi menjadi generasi tanpa iman.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.