SUARAAKURAT.ORG

TIDAK MENAHAN BERKAT

Bacaan: Kisah Para Rasul 2 : 41-47 (TB)
”Selagi dicobai dengan berat dalam perbagai penderitaan sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”(2 Korintus 8:2)
Tidak lama setelah angin topan Katrina melanda wilayah tenggara Amerika, pihak Louisiana Baptist Convention menerima sebuah amplop berisi sumbangan uang tunai tepat senilai $854. Seperti yang mungkin masih anda ingat, banyak bantuan yang mengalir untuk menolong wilayah yang paling parah terkena bencana itu. Tetapi sumbangan yang tidak biasa ini datang dari satu kelompok berjumlah dua puluh orang di Sumatera, Indonesia, yang delapan bulan sebelumnya telah melihat rumah mereka hancur karena tsunami. Pada masa krisis mereka, datanglah sebuah tim bantuan bencana dari Southern Baptist untuk menolong mereka, dan berita tentang badai bersejarah di Amerika ini telah menggerakkan hati para pria Indonesia ini untuk membalas budi melalui pemberian sumbangan dari pengorbanan pribadi yang besar.
Meskipun sebagian besar dari kita tidak pernah kehilangan rumah karena bencana alam, namun sebagian besar orang pasti pernah mengalami kesulitan keuangan pada titik tertentu. Pada saat seperti itu, biasanya secara naluri kita akan mengurangi pemberian kita. Tetapi justru pada saat seperti itulah, sebenarnya kita harus lebih berniat berkorban dalam memberi! Di saat nyata ada orang-orang yang memerlukan bantuan. Pemberian yang dimotivasi oleh Injil dapat menjadi sarana pengudusan dalam hidup kita dan juga dapat menjadi sarana untuk menunjukkan kemurahan hati Allah kepada orang lain. Pengalaman saya, ketika saya masih remaja, saya sangat tersentuh ketika melihat orang tua saya yang terus menerus memberi dengan murah hati dan bersukacita, selama masa-masa sulit dalam bisnis yang telah mereka bangun dengan susah payah.
Firman Tuhan mengatakan “Orang benar adalah pengasih dan pemurah” (Mazmur 37:21), “dan tidak menahan-nahan” (Amsal 21:26, AYT). Jika anda ingin kaya secara rohani, bantulah orang lain menjadi kaya secara rohani. Terkadang, sebuah pemberian, mungkin berarti mengubah gaya hidup dan mengorbankan kenyamanan anda, supaya dapat memberi lebih banyak. Tetapi saya yakin bahwa dalam kekekalan tidak ada yang akan berkata, “Seandainya saya memberi lebih sedikit.” Saya percaya sebagian besar, atau bahkan semua dari kita akan berkata, “Seandainya saya memberi lebih banyak!” Kapan terakhir kalinya anda memberi hadiah pengorbanan? (MN)
Refleksi Diri: Bagaimana anda memandang semua yang telah Allah berikan kepada anda di dalam Kristus? Lalu seperti apa anda berpraktek murah hati? Dan mintalah kepada-Nya agar kemurahan hati-Nya menjadi sumber dan tolak ukuran pemberian anda pada orang yang membutuhkan.
Highlight: Pemberian yang dimotivasi oleh Injil dapat menjadi sarana pengudusan dalam hidup kita dan juga dapat menjadi sarana untuk menunjukkan kemurahan hati Allah kepada orang lain.

Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.

Share this :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Download Aplikasi Radio Suara Akurat

Baca yang lain