Bacaan: Ibrani 10 : 19 – 25 (TB)
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25)
Iman dan menghampiri Allah melalui Yesus Kristus tidak dapat dipisahkan. Iman didefinisikan dengan bersungguh- sungguh datang kepada Allah dan percaya akan kasih dan kebaikan-Nya melalui Kristus. Saat kedatangan kembali Kristus untuk menjemput orang- orang setia makin mendekat dan ketika saat itu mendekat, kita akan menghadapi banyak pencobaan-pencobaan rohani, banyak penipuan ajaran yang menyesatkan bahkan sampai penganiayaan. Itu sebabnya kita harus berkumpul secara tetap untuk saling memperhatikan, menasehati dan menguatkan agar tetap berpegang teguh kepada Kristus dan iman bahkan semakin giat untuk melakukannya.
“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap- tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti dirumah masing- masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kisah Para Rasul 2:46-47). Dampak dari persekutuan dan kehidupan yang penuh kasih dan ketulusan serta kesetiaan, mereka disukai semua orang dan Tuhan menambahkan orang-orang yang diselamatkan. Tapi mengapa orang tidak beribadah?
Banyak alasan atau dalih yang dibuat. Kesibukan, tidak menyukai pengkhotbahnya, cuaca buruk, tidak ada teman dan lain sebagainya!! Semua produk dari pabrik mesin alasan. Tatkala hati mereka terluka, tertimpa musibah dengan kesehatan dan lain- lain, justru sebenarnya dan seharusnya mereka membutuhkan kebersamaan dengan saudara-saudara seiman lainnya. Seseorang berpikir untuk tidak usah datang beribadah karena beberapa alasan. Namun pada akhirnya ia menutuskan untuk pergi ke gereja. Ditengah puji-pujian yang indah dan nyanyian yang ia kenal, ia merasakan ketenangan, kedamaian. Ia merasa berada di tempat yang tepat. Saat mengikuti kebaktian ia benar-benar merasakan hadirat Tuhan, sehingga jiwanya dapat berlabuh dalam perlindungan Tuhan. Ironis sekali, kalau orang sudah diselamatkan tidak suka persekutuan atau setia ke Gereja? Menurut saya itu adalah hal yang aneh sekali. (MN)
Refleksi Diri: Bagaimana tanggapan saudara pribadi apakah saudara selalu merindukan persekutuan? Dan apa dampaknya bagi bidup saudara pribadi?
Highlight: Ironis sekali, kalau orang sudah diselamatkan tidak suka persekutuan atau setia ke Gereja? Menurut saya itu adalah hal yang aneh sekali.
Renungan ini bisa anda dengarkan juga di Radio Suara Akurat. Dan bagi anda yang ingin menjadi donatur Suara Akurat dipersilahkan menghubungi kami di No. HP 08157666660 atau transfer ke BCA Solo no. rek: 3920149463, A/n: Ratna Purnama Indah Hutapea.