“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” (Rom 12:9)
Suatu kali seorang teman saya memutuskan untuk berhenti dari tempatnya bekerja karena merasa tidak nyaman disana. Ia bercerita bahwa suasana di kantornya penuh kepalsuan. Di permukaan semua tampak baik-baik saja. Senyum, sopan, tapi di belakang ada banyak intrik dengan kepentingan masing-masing. Uang yang digelapkan, menyebarkan isu-isu miring terhadap rekan sekerja, cari muka kepada pimpinan agar mendapat posisi tinggi lewat gaya menjilat tapi dibelakang mereka menghujat dan menghina.
Kasih yang pura-pura membungkus segala motivasi terselubung, keinginan-keinginan daging dan berbagai kejahatan lainnya dengan perbuatan atau sikap yang baik. Alkitab pun mengatakan bahwa bentuk kasih yang pura-pura itu memang ada. Sebagian dari kita hari ini ternyata masih sama seperti jemaat di Roma, oleh karena itulah pesan Paulus ini tetap relevan dan penting untuk kita ketahui dan renungkan.
Kasih yang tulus adalah kasih yang melakukan perbuatan atau tindakan nyata tanpa mengharapkan balasan. Banyak sikap dan perbuatan orang Kristen yang awalnya mengasihi tetapi di kemudian hari, kasih itu berubah menjadi kasih yang basa-basi. Kasih yang basa-basi tidak memiliki tujuan yang mulia, hanya ingin dikenal, dihormati, dihargai. Kasih yang tulus, tidak mengharapkan balasan apapun, mengasihi dengan tulus, akan membawa berkat bagi yang melakukannya. (IDL)
Renungan : Sudahkah Anda memiliki kasih yang tulus?
Highlight : Kasih sejati adalah kasih yang diungkapkan tanpa kebohongan dimana sikap hati, pikiran, dan tindakan sama tanpa menyembunyikan sesuatu.
Bagi anda yang ingin menjadi donatur Renungan Harian Akurat dipersilahkan menghubungi kami.
No. HP 08157666660 atau transfer BCA Solo 3920149463 An. Ratna Purnama Indah Hutapea.